Cerita
part 1 bisa dibaca di https://marisa-lestaluhu.blogspot.com/2019/02/escape-journey-to-jogja.html
Lanjut keesokannya yaitu hari Jumat karna lelah seharian kemarin pergi
dari pagi sampai malam menerjang panasnya jogja yang mampu menembus hingga ke
tulang dan diakhiri dengan sedikit berbasahan karena rintikan hujan yang
sengaja turun di malam hari maka saya dan mutya memustuskan untuk beristirahat
dan bangun siang di keesokan hari nya.
Jumat 1
Februari 2019.
Planning
untuk bangun siang ternyata menjadi kenyataan and we happy for that karena
merasa istirahat cukup. Sebelum kami memulai perjalanan kami menyempatkan untuk
mengisi perut karena persoalan perut dan kelaparan adalah hal sensitif yang
dapat merubah mood saat liburan. Sebelumnya Mutya sudah menjanjikan saya untuk
makan geprekan yang katanya murah dan enak di daerah sekitar UGM. Ternyata
tempat makannya didaerah pemukiman perkampungan warga. Nampaknya Mutya sudah
sering sekali makan ditempat ini sehingga ibu pemilik warung makan menyabut
Mutya bagaikan kedatangan keluarga jauhnya. Sebelumnya Mutya menjanjikan ayam
geprek yang enak di warung makan tersebut namun naas karna kedatangan kami yang
sedikit telat yaitu pukul 11.00 maka saya sudah kehabisan ayam dan yang tersisa
hanya telur goreng geprek. Perasaan kecewa menghampiri saya tapi perut sudah
meronta-ronta meminta asupan akhirnya saya memesan seporsi telur goreng geprek
dan sayur sop,terlihat sangat sederhana bukan ? eitss tapi jangan salah sangka
dari menu yang sangat amat sederhan itu ternyata membuat saya merasakan
kenikmatan untuk cacing-cacing diperut saya terlebih lagi sayu sop nya yang
entah kenapa senikmat buatan omah saya. Tanpa rasa malu saya meminta untuk
menambah sayur sop tapi lagi-lagi saya dibuat kecewa ternyata sayur sopnya
sudah habis. Ternyata Mutya tidak membohongi saya makanan yang enak dan murah
karna saya hanya perlu membayar Rp 8000 untuk makanan yang saya pesan. Duh saya lupa nama warung makan nya.
Setelah
selesai dengan urusan perut,kami melanjutkan petualangan kami,kemarin sudah
cukup basah-basahan di pantai dan hari ini Mutya menjanjikan saya suasana sejuk
dan tenang di daerah pegunungan Merapi. Sekitar pukul 13.00 kami berangkat dari
kosan Mutya di daerah UGM. Saya sangat menikmati perjalanan yang untungnya saat
itu tidak terlalu panas terlebih lagi saat sudah memasuki kawasan pegunungan
dengan hawa yang sangat sejuk ditambah lagi penampakan gunung merapi yang
menemani perjalanan.
Destinasi
pertama yaitu Museum Gunung Merapi (MGM) sebenarnya saya tidak terlalu tertarik
ke tempat ini namun kata Mutya banyak spot foto bagus,yaudah akhirnya saya
ikuti kemauannya. Tiket masuk MGM Rp 10.000 saat pertama memasuki museum ini
langsung disuguhi dengan miniatur gunung merapi dan seperti museum pada umumnya
terdapat sejarah gunung merapi dan dokumentasi tentang kejadian meletusnya
gunung merapi. Ada hal yang cukup menarik perhatian saya yaitu adanya
barang-barang peninggalan bekas melutusnya gunung merapi mulai dari perabotan
rumah tannga,motor,sepeda,laptop dll yang di buat ulang seakan-seakan seperti
kondisi rumah pada saat kejadian tersebut namun dengan perabotan yang sudah
agak rusak karna tertimbun tanah. Di lantai dua banyak spot foto yang menurut
saya cukup instragamable. Namun saya
tidak terlalu banyak eksplore di MGM karena tutup pukul 16.00 sedangkan saya
baru sampai di MGM pukul 15.00. Di MGM saya bertemu dengan kak Nindya yang sedang
berlibur seorang diri dari jakarta dan kami memiliki tujuan yang sama mengapa
berlibur ke Jogja,lalu saya mengajak Kak Nindya untuk ikut bersama saya dan Mutya
ke destinasi selanjutnya.
![]() |
|
Peniggalan akibat letusan gunung merapi instagramable gitu kan? ini di lt 2 |
Destinasi selanjutnya yaitu Stone Henge. Hanya perlu menempuh 10-15 menit dari MGM. Saya sangat suka perjalan dari MGM ke stone henge karna disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah. Tiket masuk Stone Henge seharga Rp. 15.000 sudah termasuk biaya parkir. Dari namanya saja Stone Henge pasti sangat jelas bahwa tempat ini menyerupai stone henge yang ada di Inggris yaitu bebatuan buatan yang dibangun berdiri,jadi gak perlu jauh-jauh ke Inggris kalau ingin melihat Stone Henge. Lagi dan lagi saya sangat menikmati suasana di Stone Henge yang sangat sejuk dan sedikit agak dingin tanpa pikir panjang saya langsung tiduran di atas rumput memandangi langit dan alam sekitar yang membuat saya ingin tinggal menetap di Jogja. Saya,Mutya dan Kak Nindya memulai obrolan kecil sembari duduk diatas rumput setelah puas berfoto-foto untuk stock upload ke instagram.
![]() |
| Kak Nindya,Saya dan Mutya |
Destinasi
selanjutnya yaitu Kopi Merapi tempat yang sangat ingin saya kunjungi dari 2
tahun lalu karna menjadi salah satu tempat shooting film AADC 2. Hanya perlu
waktu sekitar 5-10 menit dari Stone Henge menuju Kopi Merapi. Saat memasuki
tempat ini terlihat sekali nuansa gunung merapi yang sangat kental dengan
dekorasi yang terbuat dari bebatuan seperti meja dan kursinya, tak hanya
bebatuan tapi kayu juga menjadi pelengkap dekorasi tempat kopi ini. Kesan pedesaan
yang nyaman di Kopi Merapi dilengkapi dengan pemandangan gunung merapi yang dapat
dilihat dari tempat ini,tapi sayangnya saat saya kesana cuaca sedang mendung
sehingga gunung merapi tertutup kabut.
![]() |
| nih depannya kaya gini |
![]() |
| Gunungnya ketutup kabut :( |
Kopi merapi terbagi menjadi dua area
yaitu di dalam dan di luar. Kami memilih untuk duduk didalam dan memilih meja
yang menghadap langsung ke gunung merapi.
![]() |
| area luar |
Hawa dingin mulai sudah terasa di
tempat ini sejak kami tiba pukul 17.00. Hawa dingin sudah merasuki dan rasa
lapar sudah menghampiri maka saya mendatangi meja kasir untuk mengambil
menu,saat membaca menu kami cukup kaget ternyata harga makanan dan minuman di
tempat ini sangat murah,karna sebelumnya saya mengira harga menunya cukup pricey mengingat tempatnya yang sangat
nyaman di tambah lagi dekat tempat wisata.
![]() |
| MURAH BANGET KAN?!?! |
![]() |
| Nikmat banget kan?!?! |
Setelah
tiba di jalan kaliurang kota hujan menghampiri perjalanan kami,maka kami
melipir sejenak untuk mengenakan jas hujan. Ternyata hujannya sangat deras jadi
meski kami sudah memakai jas hujan tetap saja basah. Hujan tak menjadi hambatan
kami untuk lanjut nongkrong ke destinasi selanjutnya yaitu angkringan kopi joss,memesan
3 kopi susu joss untuk menghangatkan badan dan beberapa tusuk sate-satean untuk
mengganjal perut yang sudah mulai lapar lagi. Kami melanjutkan perbincangan
kami yang tadi terpotong. Ternyata teman kuliah saya sedang liburan ke jogja
juga jadi saya mengajak teman saya untuk ikut nongkrong bareng,Sekar namanya. Entah
kenapa pada saat saya pergi ke Jogja banyak sekali teman saya yang ternyata
juga berlibur ke Jogja,ada apa dengan Jogja (?).
![]() |
| awas lidahnya nanti kena arengnya |
Setelah
hujan sudah mulai reda kak Nindya memutuskan untuk pulang ke hotel karena lelah
begitu juga dengan Mutya ingin pulang ke kosan karna perutnya mules. Akhrinya perjalanan
kami bersama kak Nindya berakhir di angkringan kopi joss. Tapi tidak dengan
saya dan Sekar yang masih ingin mengitari kota Jogja. Setelah mengantar Mutya
ke kosan lanjutlah saya pergi bersama Sekar menggunaka motor yang sekar sewa.
Seperti biasanya kami tidak tau mau kemana tempat di Jogja yang masih ramai di
malam hari dan akhirnya kami memutuskan untuk ke Malioboro. Di cerita
sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa saya tidak pandai dalam mengingat jalan
dan membaca maps begipun dengan Sekar yang mengendarai motor alhasil kami
sempat nyasar padahal hanya dari UGM-Malioboro. Saya pun memutuskan untuk belanja
membeli beberapa buah tangan. Dan yang pastinya wajib menonton pertunjukkan
angklung yang ada di Maliboro.
Karna
sudah semakin malam kami pun mengakhiri perjalanan di Malioboro dengan saya
pulang ke kosan Mutya menggunakan grab dan Sekar pulang ke penginapannya.
Sekian
cerita Jogja part 2 satu hari yang melelahkan tapi sangat menyenangkan.
Semoga
saya bisa menulis part 3 nya.
Terima
kasih telah membaca.

















Comments
Post a Comment