Halaman Terakhir Di Penghujung Tahun

Penghujung tahun sudah ada didepan mata tak terasa hanya tersisa satu halaman yang bisa ku goreskan dengan tinta biruku di tahun ini. Naasnya sisa halaman ini akan ku gunakan tuk menceritakan kisah perjalananku di tahun ini.

2018.Tahun yang sangat tak terduga entah aku harus bahagia atau bersedih karenanya. Memori yang membisu dan harapan yang berdebu terjadi di tahun ini. Masa-masa dimana aku merasakan pagiku yang biasa saja seperti tahun-tahun sebelumnya dan malamku yang masih sama seperti biasa,lalu berganti menjadi pagi dan malam yang selalu ku inginkan dan membuatku bahagia,hingga akhirnya aku merasakan pagiku yang terluka dan malamku yang menyiksa. 

Mulai dari di awal tahun dibulan Januari ada yang pernah singgah tapi tak sungguh lalu menuturkan  kata-kata manis yang pada akhirnya mampu membuatku terbuai. Dan berakhir seperti cerita yang sudah-sudah. terdengar klasik memang. Kala itu aku memang mendambakan hal-hal seperti itu. Namun mungkin aku lelah mendamba dan kenyataan yang terjadi malah justru menyakitkan. Ku hilangkan semua dambaanku dan kujadikan kefanaan. 

Saat aku tidak mendambakan apapun justru hal yang fana bagiku malah menjadi nyata. Semua ini melibatkan perasaanku. Bukan sekedar bahagia tapi sangat bahagia yang kurasa,hingga akhirnya aku terbuai dalam suasana yang kuciptakan sendiri dan melupakan segalanya. Harus ku akui memang kala itu duniaku hanya terfokus pada satu titik tapi bukan berarti aku melupakan, kala itu aku hanya pergi sebentar dan menghilang.Terimakasih untuk teman-temanku yang senantiasa ada untukku meskipun aku sempat menghilang.

Di tahun ini umurku sudah berkepala dua. Bisa ku katakan tahun ini adalah ulang tahun yang terindah selama 20 tahun aku hidup. Banyak hal-hal yang tidak terduga akan terjadi yang membuatku haru membiru. Mulai dari sini aku berfikir akan menjadi awal kebahagiaan yang berkelanjutan di hidupku,tapi lagi dan lagi ekspetasiku salah bukan hanya menjadi awalan kebahagiaan saja tapi juga menjadi awalan dari kesedihan dan perasaan yang berkecamuk. Mulai dari kenangan indah,hal-hal kecil yang biasa dilakukan hingga angan yang pernah tercipta bersama dan berakhir dengan kenangan buruk.Entah siapa yang pantas ku salahkan. Mungkin juga salah ku yang terlalu mendalam dalam merasa. Susah memang kalau sudah bicara soal hati dan perasaan.

Kefanaan yang selalu aku dambakan saat menjadi nyata malah sedikit membuatku menyesal meskipun aku tau tak seharusnya aku menyesali yang sudah terjadi karna semua terjadi atas izinku. Tapi aku tak bisa memunafikkan perasaanku setelahnya. Bukankah manusia harus terjatuh dulu untuk bangkit dan melangkah lebih baik ? Sama halnya dengan yang ku rasakan semua rasa suka,bahagia,sedih dan duka mengajarkanku dan meyadarkanku banyak hal yang mungkin nantinya bisa menjadi bahan pertimbanganku agar aku tak salah melangkah. Intinya aku akan berterima kasih untuk yang pernah singgah dan menggoreskan luka. Caramu menggoreskan luka membuatku belajar dan sadar. Tenang,aku tidak hanya akan berterimakasih atas goresan luka itu aku akan berterimakasih juga atas kamu yang pernah ada mewarnai kanvas hatiku dan kenangan yang sudah-sudah.

Di tahun ini juga menyadarkan ku mana teman yang benar-benar peduli dan yang hanya ingin tau saja dan terlihat seperti turut hadir dihidupku. Perlahan ku mulai lunakkan sifat keras yang ada didiriku di tahun ini dan berusaha bahagia karenanya. Bukan perkara mudah mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging selama 20 tahun. 

Sudah selesai masalah hati dan segala dramanya. Sekarang kan ku ceritakan hal-hal yang menyenangkan saja. Hidup itu harus seimabang bukan? kalau bersedih jangan lupa bahagia begitupun sebaliknya. Di tahun ini aku benar-benar merasakan perubahan teman-temanku yang jauh menjadi lebih baik dan aku bahagia karenanya. Tahun teraktif ikut acara di luar kampus,karena lelah ikut kepanitiaan di kampus lelah nyari dananya :( banyak mendapat kawan baru dan cerita baru dari pengalaman mereka. Oh iyaaa tahun ini tahun promo and im happy for that. Entah harus bahagia karena banyak promo atau meringis karna melihat kenyataannya menjadi konsumtif membeli segala hal yang bertuliskan "promo/diskon". Tahun ini juga menjadi tahun terbanyak menonton konser dengan lain orang dan suasana yang berbeda. Dan rasa syukur di tahun ini masih bisa melakukan hal-hal diluar nalar manusia normal bersama teman-teman yang sepemikiran dan tertawa bahagia setelahnya. Masih bisa juga berkumpul dengan keluarga dan bertambahnya cucu opa dan oma. Dan masih tetap sama merindukan opa yang ku harap sudah bahagia di sana.

Walau di tahun ini banyak menggoreskan luka tetap kunikmati luka yang menganga tersebut dan perlahan terobati dengan sendirinya. Syukurku untuk tahun yang tak terduga ini.























Comments