sad story. nyesek banget

gak pernah aku bayangin akan begini akhirnya. semua pengorbanan yang tak dihargai. semua rasa yang tak diahargai dan dianggap sepele. memang perasaan itu ga ada yang bisa nentuin dan gak bisa dipaksa. yaaa sama halnya seperti yang aku rasakan sekarang perasaan sayang yang tibatiba muncul. perasaan yang mengalir begitu saja yang membahasi hati yang lama kering. perasaan sayang tulus yang kuberikan, pengorbanan waktu hanya untuk meikirkanmu menanyakan kabarmu,berlama-lama denganmu. awalnya kau begitu manis kepadaku,begitu mengesankan dan membuatku semakin hari semakin ingin terus bersamamu. membuatku nyaman dan khawatir jika kau tak mengabariku. sampai akhirnya kau menyatakan kata-kata yang ku harapkan itu. betapaaa senangnyaaaaaa. kau begitu menyayangiku dan kau mebuatku merasa nyaman dan bahagia. tetapi disetiap harinya selalu ada saja pertengkaran diantara kita. sebenernya hal itu hal yang sangat sepele. kau memarahiku,melarangku ini itu,kau mencurigaiku,kau khawatir dan tdak percaya denan perasaan sayangku yang tulus ini. dan pada akhirnya akulah yang berusaha membujukmu dan mengalah agar kau tidak marah. yaaa walaupun aku harus bersabar dan mengaku bersalah walauoun aku tak bersalah. berulangkali kau bersikap seperti anak kecil, memarahiku,bersikap labay,ngambek, dan yaa seperti pada akhir biasanya juga dan akulah yang harus bersabar dan mengalah. hingga pada suatu saat aku tau kau mendua dan yap! aku masih bisa bersabar bertimgkah seolah-olah aku tak tau semuanya. bertingkah seolah-olah aku tak tahu kalau kau tidak bisa menjemputku karna ingin bertemu dengan wanita lain,bertingkah seolah-olah aku percaya bahwa nama yang kau pasang di status bbm adalah panggilan sayang untukku padahal sih panggilan sayang buat "si dia" haha ironi memang. dan yang lebih parahnya lagi aku masih terus bersabar disaat kau berusaha mendekati temanku disaat kau gagal mendekatinya kau memarahiku dengan alsan aku seperti anak kecil(?) -_- kenapa aku masih terus bersabar? yap! karna perasaan yang tulus itu masih ada,dan aku percaya bahwa aku bisa membuatmu berubah seperti waktu dulu. tapi yang sekuat-kuatnya batu karang kalau ditimpa ombak yang besar pasti akan rapuh juga. yaa sekiraya begitulah sama seperti perasaan manusia, kupikir aku sudah bersikap sangat amat baik terhadapnya,aku selalu mengerti dia, tapi tiba-tiba dia bilang aku "childish" seperti anak kecil (?) aku dibilang seperti anak kecil hanya karna aku mengatakan kondisiku kalau aku sakit. dan kau mengatakan kalau kau sudah bosen. dan seperti yang ku katakan tadi sekarang hatiku sudah gak kuat untuk menghadang ombak yang yang besar. aku merasa sakit kana perasaan dan kesabaranku yang tulus tak dihargai. dan karna aku merasa sakit hatiku menjadi rapuh. dan menerima kenyataan kalau kita harus berpisaha walau hati kecil ini mengatakan "lelah memang, tapi cuman segini?" yahhh tapi aku harus bisa menerima itu aku tau berpisah denganmu itu yang terbaik.

Comments